Perawatan kulit pada wanita hamil

October 9, 2016

 

Wanita hamil mengalami perubahan fisiologis atau normal pada tubuhnya akibat kehamilan, yang dapat disebabkan oleh perubahan hormon, pertumbuhan bayi, maupun gangguan mood. Perubahan pada kulit yang tampak nyata adalah hiperpigmentasi atau warrna yang lebih gelap/kecoklatan pada puting susu, garis tengah antara pusar-kelamin, dan kadang muncul flek-flek pada wajah. Dapat pula terjadi berbagai reaksi peradangan dari yang ringan, misalnya kaligata atau bentol akut hingga kelainan peradangan atau imunologis yang jarang terjadi.

 

Kelainan kulit yang paling umum ialah timbulnya garis-garis kehamilan yang disebut dengan striae gravidarum atau stretch mark, awalnya berupa garis kemerahan yang kadang terasa gatal dan kemudian menjadi garis putih setelah lahir, pada perut, pinggang, bokong, paha, dan payudara, akibat kehilangan kulit bagian atas (dermis). Hal ini terjadi karena faktor genetik, pengaruh hormon, serta peregangan pada perut akibat pertumbuhan janin. Pada saat kehamilan, tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya ialah dengan mengoleskan minyak ataupun krim khusus untuk mengurangi rasa gatal dan melembutkan kulit. Apabila sudah melahirkan, dapat dilakukan tindakan khusus, misalnya laser, microneedling, radiofrekuensi, dan tentunya krim-krim khusus untuk membantu pembentukan kembali jaringan kulit yang hilang tersebut.

Untuk mengembalikan bentuk tubuh seperti sebelum melahirkan, dapat dilakukan Coolsculpting, berupa teknik cryolypolysis yang aman dan relatif permanen, dan dilakukan 6 bulan setelah melahirkan, baik normal maupun caesar

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook - Black Circle
  • Twitter - Black Circle
  • Instagram - Black Circle